Resiko Kehamilan Jarak Dekat yang Perlu Dihindari

Kebobolan hamil bisa jadi berita yang menyenangkan atau justru berita yang membingungkan bagi pasangan. Terlebih ketika kehamilan yang terjadi tidak direncanakan dengan jarak yang tidak jauh dari kehamilan sebelumnya. Mendapatkan kehamilan yang terlalu cepat nyatanya beresiko bukan hanya bagi ibu, melainkan juga bayi yang tengah dikandung. Dalam hal ini, ada baiknya ibu memulihkan tubuh terlebih dahulu dari kehamilan awal sebelum akhirnya merencanakan kehamilan yang selanjutnya. Kehamilan jarak dekat  dapat terjadi ketika pasangan secara aktif melakukan hubungan intim setelah proses melahirkan. Untuk menghindari kehamilan yang tidak direncanakan, anda bisa menggunakan alat kontrasepsi supaya terhindar dari kehamilan yang demikian. Alat kontrasepsi sendiri dijual di banyak tempat, sehingga mempermudah pasangan untuk mendapatkannya.

Kehamilan Jarak Dekat

Kehamilan jarak dekat memiliki beberapa resiko buruk bagi kesehatan seperti halnya meningkatkan resiko pendarahan hingga terjadinya kematian saat melahirkan. Hal ini telah dibuktikan melalui penelitian jika kehamilan yang demikian mampu meningkatkan pendarahan pasca persalinan hingga kematian sang ibu. Rahim ibu yang telah melahirkan, belum siap menampung janin baru dalam waktu yang dekat. Selain itu, rahim juga belum mampu secara maksimal memberi pasokan gizi pada janin yang tumbuh lagi di dalamnya. Hal lain yang dikhawatirkan adalah keberadaan plasenta atau ari- ari yang belum sepenuhnya mengelupas sehingga membahayakan kehamilan ibu yang baru.

Terjadinya kehamilan jarak dekat juga berdampak pada berkurangnya kesempatan ibu dalam memberi ASI secara ekslusif. Pemberian ASI merupakan kewajiban yang sebaiknya tidak ibu tinggalkan, mengingat banyak manfaatnya bagi kesehatan serta pertumbuhan tubuh bayi. ASI sendiri mudah dicerna dan mampu memenuhi zat gizi baik yang bersifat mikro maupun makro sesuai dengan kebutuhan si anak. Hebatnya lagi, konsumsi ASI juga berdampak baik pada meningkatnya sistem kekebalan tubuh serta fungsi kognitif anak. Penting bagi keluarga dalam merencanakan program keluarga berencana atau KB. KB bukan hanya sekedar menjadi program pemerintah dalam menekan laju pertumbuhan penduduk, melainkan juga berpengaruh baik bagi kesehatan ibu, anak serta keluarga.

Submit Your Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *