Penyebab dan Gejala Kehamilan dengan Rahim Retrofleksi

Seperti yang diketahui, rahim merupakan tempat tumbuh kembang janin. Posisi rahim yang normal adalah lurus, baik pada bagian atas ataupun bagian bawahnya. Meski demikian, ada beberapa kasus dimana seorang wanita memiliki posisi rahim yang sedikit menekuk ke arah belakang panggul. Hal ini dapat terjadi karena rahim yang tidak mengambil posisi tepat secara normal saat masih kanak- kanak atau ketika memasuki usia dewasa. Beberapa penyebab lainnya adalah terdapatnya penyakit pada panggul, Operasi panggul atau endometriosis serta masalah pada kesuburan ibu dan persalinan.

Kehamilan Dengan Rahim Retrofleksi

Gejala Kehamilan dengan rahim retrofleksi

Seorang wanita umumnya tidak merasakan letak posisi rahim yang tidak normal sebelum mengalami kehamilan. Ketika kehamilan terjadi, tanda- tanda yang berikut ini bisa menjadi pertanda jika ibu tengah mengalami rahin retrofleksi.

Kesulitan buang air kecil

Meski jarang terjadi, namun kehamilan dengan rahim retrofleksi dapat menimbulkan gejala sulit buang air kecil. Hal ini dapat terjadi ketika rahim tumbuh terbalik dan menekan kandung kemih di dalam tubuh ibu. Jika memang demikian, ada baiknya ibu memposisikan tubuh sedikit condong ke belakang saat buang air kecil, supaya tekanan pada rahim berkurang.

Sakit punggung

Kehamilan dengan rahim retrofleksi dapat menyebabkan terjadinya sakit pada area punggung. Meski demikian, pertanda yang satu ini cukup sering disalahpahami dengan gejala kehamilan normal yang biasa.

Sulit dalam menemukan letak dari bayi

Meski kecil kemungkinannya, namun bisa saja dokter akan sulit menentukan letak dari bayi saat menggunakan USG transabdominal. USG transabdominal sendiri merupakan jenis USG yang menggunakan semacam stik untuk kemudian ditempelkan pada perut ibu hamil. Meski demikian, ibu tidak perlu khawatir mengingat dokter dapat melakukan alternatif pemeriksaan yang lain yaitu USG transvaginal. USG jenis ini dilakukan dengan cara memasukkan tongkat ultrasound dari bagian atas vagina anda.

Kehamilan dengan rahim retrofleksi dapat hilang dengan sendirinya seiring dengan bertambahnya usia kehamilan, terlebih pada trisemester kedua. Inilah kenapa operasi untuk mengembalikan posisi rahim agar kembali normal, jarang dilakukan.

Submit Your Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *