Kehamilan dengan Rahim Retlofeksi

Rahim retlofleksi pada dasarnya bukanlah suatu kelainan sekalipun hampir 30% perempuan memang terlahir dengan kondisi rahim retlofeksi. Rahim retlofeksi ini adalah posisi rahim yang terbalik atau membelakangi pelvis. Jika pada rahim normal, posisinya agak menekuk ke arah depan yang juga otomatis akan searah dengan keluarnya sperma sehingga sperma tersebut bisa langsung berenang ke dalam rahim, maka rahim retlofeksi adalah kebalikannya, dimana posisi rahimnya menekuk ke arah belakang sehingga menyebabkan posisi mulut rahim menjadi tidak pas dengan arah datang sperma. Pun demikian, kondisi ini tidak akan menghalangi seorang perempuan untuk memiliki keturunan, karena bagaimanapun ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar sperma bisa mencapai sel telur dalam rahim, misalnya dengan mengatur posisi pada saat bercinta. Lalu, jika hal tersebut berhasil, adakah yang peru dikhawatirkan pada kehamilan dengan rahim retlofeksi ini?

Kehamilan Dengan Rahim Retrofleksi

Sepertinya siapapun yang mengalami suatu kondisi yang abnormal sekalipun itu lumrah cukup membuat seseorang khawatir ya, begitu pun dengan wanita yang memiliki rahim retlofeksi. Banyak diantaranya yang merasa galau takut tidak memiliki momongan karena kondisi rahimnya demikian, namun perasaan galau semacam ini sudah terjawab melalui pembahasan kami di atas. Ada pula yang bertanya bisakah seorang wanita dengan rahim retlofeksi melahirkan secara normal? Jawaban dari pertanyaan ini adalah wanita manapun yang mengalami kehamilan dengan rahim retlofeksi tetap memiliki kemungkinan untuk bisa melahirkan dengan jalan normal. Hanya saja yang perlu diwaspadai saat hamil ini adalah bila wanita tersebut mengalami kesulitan saat buang air kecil pada masa trimester pertamanya, ada kemungkinan wanita ini akan terkena infeksi saluran kemih mengingat urinnya akan mengumpul yang akan menjadi tempat yang bagus untuk bakteri berkembang.

Jadi, jika seorang wanita yang hamil dengan rahim retlofeksi ini merasakan adanya gejala infeksi saluran kemih pada dirinya, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter, supaya gejala tersebut bisa segera di atasi. Nah, dengan penjelasan dari kami di atas sudah jelas bukan bahwa kehamilan dengan rahim retlofeksi ini tidak membawa dampak buruk pada wanita?

Submit Your Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *