Gejala Awal Kehamilan Fase Pertama

Kehamilan merupakan momen yang ditunggu- tunggu, terlebih bagi pasangan yang baru menikah. Keberadaan buah hati dirasa mampu membuat hari- hari dalam berumah tangga menjadi lebih menarik dan tentunya ceria. Kebanyakan dari wanita merasa curiga ketika melewatkan periode mentruasi yang secara rutin terjadi pada tiap bulannya. Terlewatnya waktu mentruasi memang menjadi hal yang cukup sering menjadi penanda kehamilan. Meski demikian, bukan hanya dari segi mentruasi saja, melainkan ada beberapa gejala lain yang sering terjadi pada kehamilan fase pertama. Inilah kenapa penting bagi ibu untuk mengetahui gejala kehamilan supaya mampu menjaga dan memenuhi kebutuhan bayi sejak awal kehamilan.

Kehamilan Fase Pertama

Gejala awal kehamilan yang pertama adalah terjadinya pembengkakan pada bagian payudara. Selain pembengkakan, payudara juga bisa mengalami rasa nyeri dan sakit. Ibu juga sering merasa jika payudaranya menjadi lebih berat dan penuh. Perubahan tersebut umumnya terjadi dari satu hingga dua minggu setelah sel telur dibuahi. Selain tejadinya pembengkakan pada payudara, gejala lain yang umum terjadi adalah pembesaran pada perut atau rasa kembung. Bukan hanya itu, ibu juga bisa merasa kram pada perut selama berminggu- minggu. Kram pada kehamilan fase pertama mirip dengan kram yang terjadi selama periode mentruasi.

Selain ciri kehamilan fase pertama diatas, ciri lainnya adalah rasa mudah lelah pada ibu hamil. Adapun penyebab mudah lelahnya tubuh, masih belum diketahui. Meski demikian, banyak yang menduga jika hal ini memiliki kaitan erat dengan meningkatnya hormon progesteron di dalam tubuh ibu. Ciri kehamilan awal yang berikutnya adalah mual dan muntah. Penanda kehamilan yang satu ini dirasa cukup umum dan dikenal juga dengan sebutan morning sickness. Terjadinya morning sickness biasa terjadi antara 2 hingga 8 minggu di awal kehamilan. Banyak ibu yang mengeluhkan gejala yang satu lantaran menyebabkan rasa kurang nyaman pada tubuh. Jika memang demikian, ibu bisa meredakannya dengan cara menghindari aroma makanan atau minuman yang menyebabkan rasa mual. Selain itu perbanyak minum air putih dan lakukan istirahat secara cukup.

Submit Your Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *