Ciri dan Resiko Kehamilan Kembar Beda Kantong

Memiliki bayi kembar menjadi daya tarik tersendiri bagi beberapa pasangan. Banyak orang yang berpikir jika memiliki anak dengan wajah yang sama atau kembar merupakan hal yang unik dan menyenangkan. Meski demikian, ada juga bayi kembar dengan bentuk rupa serta jenis kelamain yang berbeda. Hal ini dapat terjadi ketika bayi yang dikandung memiliki 2 plasenta. Proses kehamilan jenis ini, terjadi ketika dua sel telur yang sudah dibuahi oleh 2 sperma  yang berbeda membentuk 2 zigot. Kedua zigot tersebut berkembang menjadi embrio dengan plasenta sendiri- sendiri dan membentuk kehamilan kembar beda kantong ketuban.

Kehamilan Kembar Beda Kantong

Kehamilan kembar beda kantong dengan dua plasenta memiliki ciri- ciri sebagai berikut:

  • Jenis kelamin kedua bayi kembar bisa sama atau berbeda satu sama lain
  • Wajah dari bayi kembar yang dikandung berbeda
  • Golongan darah dari bayi kembar berbeda
  • Bayi kembar tersebut memiliki DNA yang berbeda

Selain cirinya, penting bagi ibu untuk mengetahui apa saja resiko kehamilan kembar beda kantong dengan 2 plasenta. Berikut penjelasannya.

  • Bayi terlahir dengan berat yang kurang dari 2500 gram
  • Bayi terlahir secara prematur yakni kurang dari usia kelahiran normal yakni 37 minggu
  • Terjadinya komplikasi saat persalinan seperti pendarahan post- partum, abruptio plasenta serta bayi yang terlilit dengan tali pusar
  • Bayi terlahir dengan kelainan bawaan seperti kelainan tabung syaraf, kelainan pencernaan atau bisa juga kelainan jantung
  • Dapat memicu terjadinya komplikasi kehamilan seperti halnya anemia, jumlah air ketuban yang tidak normal, terjadinya hipertensi serta pre- eklampsia.
  • Keguguran janin
  • Dilakukannya persalinan caesar

Berbeda saat ibu hamil anak tunggal, mengandung bayi kembar di dalam rahim, tentu membutuhkan lebih banyak energi serta asupan gizi bagi keduanya. Selain itu, ibu juga diharapkan untuk melakukan pemeriksaan secara rutin dalam memantau tumbuh kembang bayi di dalam rahim. Hal ini dilakukan untuk menghindari hal yang tidak diinginkan jika sewaktu- waktu kehamilan ibu mengalami gangguan.

Submit Your Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *